Miindung ka Waktu,
Mibapa ka Zaman

Sambutan Kepala Perpustakaan

Perpustakaan UIN Bandung dengan bangga menyajikan website dengan tagline “Miindung ka Waktu Mibapa ka Zaman (selalu update).” Tagline ini diangkat mengingat updating di era dunia tanpa batas merupakan trending-trending yang telah menggejala (‘umum al-balwa) di dunia satu klik.

Melalui website ini, Perpustakaan UIN Bandung mengembang berbagai kanal informasi dan layanan bagi para pemustaka. Selain pengembangan kanal-kanal yang terkait dengan informasi kegiatan dan program, website ini pun mengembangkan kanal (menu) peminjaman jarak jauh (long distance booking) dan perpanjangan jarak jauh (long distance additional).

Sebagaimana halnya karakter teknologi, website Perpustakaan UIN Bandung masih terus dikembangkan dan disempurnakan tanpa batas, mengingat loncatan-loncatan teknologi yang tiada henti. Website ini akan terus dikembangkan agar dapat melayani kebutuhan pemustaka dan siapapun yang berkepentingan dengan informasi dan layanan.

Kami “bermimpi”, website ini menjadi saluran informasi ilmu-ilmu keislaman dan keindonesiaan untuk memerkaya pengetahuan masyarakat. Kami pun berharap website ini tidak hanya diakses oleh masyarakat di Indonesia, melainkan oleh masyarakat di luar negeri. Oleh sebab itu, kami mengembangkannya dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggeris.

Beragam menu terdapat di website ini. Dimulai dari menu informasi “dapur” perpustakaan, penelusuran pustaka, dan lain-lain. Website ini dibuat selengkap mungkin, walaupun ternyata tidak lengkap yang sebenarnya.

Kami ingin menyajikan Perpustakaan UIN Bandung di dunia maya, sehingga tidak ada batas yang menghadang antara pemustaka  dengan buku-buku atau bahan referensi yang tersedia. Website ini pun dicanangkan untuk meningkatkan kapasitas dan kuantitas minat baca masyarakat Indonesia, yang selama ini masih berada pada titik yang sangat rendah.

Semoga website ini bermanfaat bagi banyak orang.

 

Bandung, 20 Januari 2016

Kepala,

Dr.H. Ija Suntana, M.Ag

 

Kolom

Demokrasi: Bidah Politik?

Apakah ketika kita menerima demokrasi dalam keadaan sadar? Jangan-jangan, pilihan kita terhadap sistem demokrasi itu karena latah dan terpengaruhi oleh euforia global, tanpa memertimbangkan kultur, tradisi, dan karakter budaya bangsa. Caci maki antara kader partai dengan sesamanya, saling serang antarpendukung calon kepala daerah, dan bentrok antara demonstran dengan pihak keamanan, itu semua itu atas nama dan demi demokrasi.

Selengkapnya...

Gedung Perpustakaan Pusat
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Jl. AH Nasution No. 105 Bandung
Jawa Barat, Indonesia
Telp. (022) 6370 0715