GLOBALISASI PUBLIKASI ILMIAH

Oleh:

Wahyudin Darmalaksana

 

Para akademisi di khalayak global sedang membincangkan hal yang sama yakni publikasi paper ilmiah di jurnal dengan menerapkan peninjauan sejawat. Manajemen atau pengelola jurnal menetapkan alur penerimaan paper yaitu peneliti mengirim paper ke jurnal yang selanjutnya editor jurnal menyerahkan paper tersebut ke mitra bestari (reviewer). Editor jurnal bertugas menilai kelayakan paper apakah ditolak ataukah diteruskan ke reviewer bidang keahlian untuk memberikan ulasan berdasarkan pengembangan pengetahuan. Inilah aktivitas yang sedang berlangsung di kalangan para akademisi khalayak global.

Disebut 'khalayak global' adalah sebagai penegasan untuk menunjukan potret dunia tentang aktivitas para akademisi di planet bumi sekarang ini. Seluruh akademisi dunia ditekan untuk menunaikan publikasi paper penelitian di jurnal ilmiah. Tak terkecuali di Indonesia tampak para akademisi menerima tekanan hebat untuk publikasi ilmiah. Alhasil Indonesia menempati urutan kedua setelah Malaysia dalam peringkat publikasi ilmiah reputasi global index Scopus di tingkat Asean pada 2019. Bahkan, Indonesia berpotensi mengalahkan Malaysia. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa fakta tersebut menunjukan kesamaan orientasi dalam aktivitas para akademisi khalayak global.

Globalisasi publikasi ilmiah tengah berlangsung di kalangan para akademisi warga kampung dunia di planet bumi. Keberlangsungan ini dapat ditemukan di perbincangan para akademisi yang memenuhi keseharian di berbagai platform media sosial seperti Tweeter. Tampak para akademisi dari berbagai penjuru dunia membincangkan sejumlah tantangan publikasi ilmiah secara tak berkesudahan. Berbagai platform media sosial semisal Tweeter berperan mengubungkan para akademisi khalayak global untuk saling berkomunikasi, berjejaring, berteman, dan berkerumun membicarakan isu-isu terkini yang paling aktual. Di situ tergabung akademisi dari berbagai jenjang seperti mahasiswa, magister, doktor, dan profesor. Tentu saja latar belakang bidang keilmuan mereka beragam dari berbagai disiplin ilmu. Aktivitas para akademisi terlihat sibuk menekuni fokus bidang penelitian, bertukar metode, dan saling berkolaborasi untuk menghasilkan temuan baru, inovasi, dan pengembangan dalam mengatasi problem yang dihadapi komunitas dunia. Seluruh aktivitas penelitian para akademisi ini dituntut untuk dipublikasikan di jurnal ilmiah. Dalam hal ini, publikasi ilmiah menjadi bukti bahwa para akademisi sedang mengerjakan sesuatu. Atas tuntutan yang dihadapi para akademisi di seluruh bagian negara dunia tersebut tewujudlah globalisasi publikasi ilmiah.

Terasa sekali bahwa globalisasi publikasi ilmiah telah menghujam seluruh kampus di tanah air. Seluruh akademisi di Indonesia harus melakukan publikasi ilmiah. Ini menjadi tekanan yang hebat. Mau tidak mau, suka tidak suka, para akademisi harus berlatih menulis paper ilmiah. Kampus harus melakukan pelatihan-pelatihan efektif. Mendorong akademisi melaksanakan publikasi ilmiah menjadi keharusan. Akademisi harus diungkit untuk produktif publikasi ilmiah. Penelitian harus ditingkatkan, kolaborasi harus diupayakan, konferensi internasional harus digalakan, dan publikasi di jurnal ilmiah harus menjadi kemestian. Setiap akademisi harus dituntun bisa menulis paper untuk peningkatan publikasi ilmiah. Kampus akan dilihat dari produktifitasnya dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Kampus di tanah air tidak bisa terlepas dari orientasi kalangan akademisi khalayak global dalam memajukan publikasi ilmiah.

Apakah kita akan menjadi bagian dari khalayak global khususnya para akademisi dalam orientasi publikasi ilmiah? Ternyata para akademisi tidak bisa terlepas dari arahan global. Hidup di kampung global sekarang ini para akademisi harus memastikan produktif penelitian dan publikasi paper di jurnal ilmiah dengan mekanisme peninjauan sejawat bidang keahlian.

 

Penulis

Kepala Puslitpen LP2M UIN SGD Bandung

Design Thinking: Mengatasi Tekanan Menulis Paper

Menulis paper menjadi target akademisi. Situasi ini telah menimbulkan "tekanan". Kami percaya masalah ini dapat diatasi. Sudah ada banyak cara sukses publikasi paper. Design thinking diyakini menjadi jalan keluarnya.

Dia merupakan metode unruk mengurai masalah kompleks dan diakui efektif. Metode ini akan menempatkan people sebagai center. Berbagai masalah dikenali secara kritis oleh seluruh yang terlibat. Berbagai masalah itu diatasi dengan inovasi dan diujicoba terus-menerus sampai menemukan praktik terbaik. Metode ini sekaligus dapat mengatasi "tekanan". Sebab, dia mensyaratkan empati yaitu situasi merasakan keadaan emosi orang lain, mencoba jalan keluar, dan mendengarkan perspektif orang lain.

Sejauh pengalaman UIN SGD Bandung, berbagai informasi menulis efektif dihimpun, dirumuskan menjadi pengetahuan sistematis, dan dipraktikan. Kami pelajari "tubuh artikel" mulai dari abstrak. Berikutnya introduction, method, result, and discussion yang dikenal dengan struktur IMRAD. Terciptalah group-group sejawat (peer-groups) untuk praktis menulis paper. Bahkan, lebih massif lagi terwujud Kelas Menulis Reguler (KMR).

KMR menyajikan sejumlah praktis baru. Berbagai tips menentukan topik, menulis to the point, menyusun paragraf, memahami state of the art atau statement original, praktis aplikasi references, open acces data digital bereputasi, paraphrase, grammarly, plagiarism checker, dan correspondence disajikan di KMR. Termasuk pencarian sasaran klasifikasi jurnal dan impact factor jurnal.

Memang praktik design thinking dalam mengatasi masalah penulisan dan publikasi paper bukan segalanya. Misalnya, kemampuan skill menulis yang tidak merata di antara akademisi dan penciptaan kultur menulis yang belum sesuai harapan masih merupakan subjek permasalahan. Namun, berbagai strategi terus dilakukan baik struktural maupun kultural yang merupakan bagian dari ajuran design thinking pula.

Akademisi dengan skill tinggi dalam penulisan paper sebanyak 30% sudah cukup meningkatkan peringkat publikasi ilmiah pendidikan tinggi. Akan tetapi, motivssi utama bukanlah pemeringkatan, melaikan penguatan kapasitas. Oleh karena itu, perlu dibangun niat dan motivasi bersama: "menulis paper itu semua bisa!"

 

Bandung, 30 Juni 2019

Wahyudin Darmalaksana

Kepala Puslitpen LP2M UIN SGD

Kontak LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)
Gedung Lecture Hall Lantai I Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Jl. A.H. Nasution No. 105 - Cibiru - Bandung
Telp. 022-7800525
Fax.022-7803936
email: lp2m@uinsgd.ac.id

BCMath lib not installed. RSA encryption unavailable