UIN SGD Bandung Peringkat 5 Penilaian SMS

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung meraih peringkat 5 (lima) penilaian Sistem Manajemen Strategis (SMS) pada Tahun 2019.

 “Performa UIN SGD peringkat 5 SMS menjadi anugerah untuk seluruh sivitas”, ungkap Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., Rektor UIN SGD Bandung di ruang kerjanya Jl. AH. Nasution No. 105 Bandung, Selasa 06/08/2019.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI.) menerbitkan surat nomor B-1879.3/Dj.I/HM.01/06/2019 tentang pengumuman hasil pengisian dashboard e-SMS PTKIN se-Indonesia tanggal 24 Juni 2019. Surat ini mengumumkan UIN SGD Bandung sebagai peraih peringkat 5 (lima) penilaian SMS pada Tahun 2019.

Sebelumnya, Dirjen Pendis Kemenag RI. menyiapkan penilaian SMS dalam program daya saing Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang dilaksanakan mulai tanggal 06 Februari 2019 sampai dengan 30 April 2019.

SMS merupakan indikator penilaian Kerangka Pengembangan PTKIN yang dirancang oleh Ditjen Pendis Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kemenag RI. SMS memetakan grand design pengembangan PTKIN pada 3 (tiga) tahapan, yaitu: Satuan Kerja (Satker) Biasa dengan sasaran Good University Governance; Satker Badan Layanan Umum (BLU) dengan sasaran Teaching University; dan Satker Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dengan sasaran Research University.

Tahapan pengembangan PTKIN yang diharapkan tercapai berdasarkan kerangka SMS adalah: Pertama, Good University Governance (GUG); Kedua, University’s Performance Improvement (UPI); Ketiga, Competitive Advantages University( CAU); dan Keempat, Global Recognition University (GRU).

Sementara itu, Milestone Development of Higher Education atau tonggak pengembangan pendidikan tinggi yang ditetapkan di lingkungan PTKIN Diktis Pendis Kemenag RI. ialah: Pertama, tahap Strengthening Institutional Capacity and Governance (2015-2019); Kedua, tahap National Comparative Advantages (2020-2024); Ketiga, tahap Regional Competitive Advantages (2025-2029); dan Keempat, tahap World Center for Islamic Higher Education (2030-2034).

Parameter indikator SMS telah menetapkan kriteria dan skor. Pertama, kriteria dan skor GUG: facilities, resources and supporting staff skor 25%; teaching skor 20%; leadership, management and governance skor 40%; dan research, publication, community services and cooperation skor 15%.

Kedua, kriteria dan skor UPI: improvement of facilities, resources and supporting staff skor 12,5%; improvement of teaching skor 45%; socioeconomic impacts; 2,5%; excellence in leadership, management and governance skor 20%; dan improvement of research, publication, community services and cooperation skor 20%.

Ketiga, kriteria dan skor CAU: copetitive Socioeconomic impacts skor 20%; quality of teaching skor 35%; dan quality of research, publication, community services and cooperation skor 45%.

Terakhir keempat, kriteria dan skor GRU: international outlook in socioeconomic impacts skor 45%; dan international outlook in research, publication, community services and cooperation skor 35%.

UIN SGD berbasis pengisian e-SMS memperoleh nilai GUG 1.281,40, UPI 535,81, CAU 311,69, dan GRU 236,22. Total nilai 2.365,11 sebagai kategori Baik.

Menurut grand design pengembangan PTKIN, UIN SGD Bandung merupakan satker Pengelola Keuangan BLU (PK BLU). Dengan posisi satker PK BLU tersebut UIN SGD berdasarkan grand design pengembangan PTKIN memiliki fokus pengembangan pada Teaching University. Fokus ini menjadi asset untuk fokus pengembangan pada sasaran Research University melalui kualifikasi satker PTN-BH.

UIN SGD berdasarkan borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Tahun 2015 memiliki beberapa tahapan pencapaian, yakni: Pertama, tahap Institutionalitation (2004-2009); Kedua, tahap Strenghtening Institutions (2010-2014); Ketiga, tahap Developing Institutions (2015-2019); Keempat, tahap Take off Stage Institutions (2020-2024); dan Kelima, tahap International Participation (2025-2029).

Sejalan dengan tonggak pengembangan PTKIN, Rencana Induk Pengembangan (RIP) UIN SGD menetapkan beberapa tahapan, yaitu: Pertama, tahap National Competitive Advantages 2019-2024; Kedua, tahap Southeast Asian Competitive Advantages 2024-2029; Ketiga, tahap Asian Competitive Advantages 2029-2034; Keempat, tahap Research University 2034-2039; dan Kelima, tahap World Class University 2039-2045.

“Hasil penilaian SMS peringkat 5 memantapkan UIN SGD pada tonggak National Competitive Advantages Tahun 2019-2024 sebagai persiapan menuju World Class University Tahun 2039-2045”, tegas Rektor UIN SGD Bandung.

Berikut ini hasil pengisian dashboard e-SMS UIN Se-Indonesia Tahun 2018:

  1. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang skor 2.836,61
  2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta skor 2.705,52
  3. UIN Sunan Kalijaga skor 2.488,69
  4. UIN Walisongo Semarang skor 2.478,00
  5. UIN Sunan Gunung Djati Bandung skor
  6. UIN Imam Bonjol Padang skor 2.365,11
  7. UIN Alauddin Makassar skor 2.232,38
  8. UIN Sumatera Utara Medan skor 1.980,24
  9. UIN Ar-Raniry Banda Aceh skor 1.800,95
  10. UIN Raden Fatah Palembang skor 1.637,58
  11. UIN Mataram skor 1.613,08
  12. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten skor 1.529,58
  13. UIN Raden Intan Bandar Lampung skor 1.343,08
  14. UIN Antasari Banjarmasin skor 1.233,23
  15. UIN Sultan Syarif Kasim Riau skor 563,12
  16. UIN Sunan Ampel Surabaya skor 432,97
  17. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi skor 298,44

 

Wahyudin Darmalaksana

Puslitpen LP2M UIN SGD Bandung

SEKOLAH MENULIS: Ruang Bersama Lintas Generasi

Oleh:

Wahyudin Darmalaksana

 

Sungguh mengasyikan bila menulis artikel ilmiah telah menjadi kebiasaan. Asyik karena menulis artikel ilmiah berperan besar mengasah nalar yang berporos pada akal. Kita mengajukan pertanyaan atas problem atau masalah yang sedang dihadapi. Sekaligus kita memberikan jawaban atau solusi terhadap masalah yang diajukan tadi. Disebut mengasah nalar karena kita harus berupaya mengedepankan jawaban yang logis dalam arti diterima kebenarannya menurut sudut pandang ilmu. Tentu aktivitas demikian itu mengasyikan sebab dibutuhkan kecermatan, ketelitian, dan keakuratan. Menulis artikel ilmiah mesti dibiasakan dan pasti sangat mengasyikan.

Melalui penulisan artikel ilmiah kita menjadi kaya argumen. Argumen adalah pernyataan original tentang sesuatu. Bukan argumen namanya kalau tidak original. Dengan perkataan lain, setiap argumen pasti original. Ajukanlah satu pertanyaan. Misalanya, masakan apa yang paling populer di Pekanbaru Riau? Jawabannya ialah masakan ikan baung. Kalimat "masakan ikan baung paling populer di Pekanbaru Riau" adalah argumen. Argumen ini bisa didasarkan informasi, rujukan, dan penelitian. Namun, argumen tersebut bisa saja baru hanya sebuah praduga, purbasangka, hipotensi atau asumsi. Dengan perkataan lain, baru sebuah "perumusan masalah" yakni "diasumsikan masakan ikan baung paling populer di Pekanbaru Riau". Berdasarkan rumusan itu, kita masih perlu melakukan penelitian serius dengan mengajukan pertanyaan: benarkah masakan ikan baung paling populer di Pekanbaru Riau? Dari satu pertanyaan utama tunggal ini kita bisa menjadi kaya argumen.

Penelitian apa pun materi dasar atau terapan menuntut dua hal, yaitu studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur bersumber dari referensi jurnal. Adapun studi lapangan dilakukan melalui observasi, wawancara atau kuisioner. Studi literatur dimaksudkan untuk tinjauan riset terdahulu yang berkaitan dengan tujuan penelitian atau biasa disebut dengan pokok masalah. Kita akan mendapat informasi dari jurnal apakah kita akan menyangkal pendapat atau temuan terdahulu ataukah akan mendukung dan mengembangkannya. Bisa saja sebuah sintesa yakni mengambil dua pandangan yang bertolak belakang untuk disintesiskan menjadi pandangan baru. Nanti studi lapangan berperan untuk menguji atau membuktikan kebenaran argument.

Meskipun original, argument tidak mungkin berdiri sendiri. Kita berdiri di atas pundak raksasa pendahulu kita. Argumen kita harus dilandaskan pada teori-teori besar yang sudah ajeg. Biasanya disebut grand theory. Ibarat kepala dalam sebuah tubuh. Sebuah grand pasti memiliki turunannya yang lazim disebut midlle range theory. Suatu epistemology dari sebuah ilmu. Di samping mempunyai kepala dan tubuh, teori atau ilmu juga memiliki kaki sebut saja application theory. Bukan ilmu Namanya kalua tidak memiliki kepala, tubuh, dan kaki. Ilmu atau teori itu harus operasional disebut aspek aksiologis. Sedangkan kepala dipanggil ontologis dan tubuh epistemology tadi. Biasanya orang bertanya, akan menggunakan teori apa penelitian kita? Atau akan dilandaskan pada teori apa argument kita? Ilmu berkembang dan berbagai teori ditemukan di kanal sejarah karena demikianlah watak ilmu mengalami perkembangan.

Tidak cukup sampai di situ, setiap ilmu mencakup metodologi. Yaitu, proses atau alur bagaimana ilmu itu ditemukan. Terkadang ilmu tertentu relevan meminjam metodologi ilmu lain. Saling meminjam metodologi antar-ilmu inilah yang menyebabkan teori berkembang. Misalnya, puasa sebagai sistem iman umat muslim ditinjau dari ilmu kesehatan. Penelitian tidak bisa terlepas dari metodologi mencakup alur, pembuktian, dan analisis. Analisis dapat digunakan berbagai pendekatan atau perspektif secara holistic. Kebaruan suatu penelitian bisa saja bukan pada teorinya melainkan pada metode dan analisisnya. Meneliti tidak perlu berpretensi untuk menemukan teori atau postulat baru, terkadang diperlukan juga tinjauan sesuatu berdasarkan analisis kritis, perspektif baru, dan atau pandangan baru. Itu pun kebaruan.

Jadi betapa mengasyikan meneliti dan menulis itu untuk dipublikasikan di jurnal. Semua keasyikan itu bisa kita temukan di Sekolah Menulis UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Penulis adalah Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN SGD

KONTRIBUSI UNTUK INDONESIA

Indonesia memasuki kultur baru publikasi ilmiah. Di tingkat Asean, Indonesia menduduki urutan pertama. Indonesia 33.183, Malaysia 32.988, Singapore 22.514, Thailand 18.365, Vietnam 8.806, dan Philippines 3.868. Sumber Scopus 25 Juli 2019. Data ini menunjukkan bahwa kultur baru publikasi ilmiah reputasi global tumbuh di Indonesia.

Percepatan publikasi Indonesia berlangsung 4 tahun terakhir. Yaitu, setelah pencanangan visi pemerintah Indonesia unggul di tingkat Asean pada 2019. Visi ini menjadi arah kebijakan Indonesia. Dia menjadi mandat untuk seluruh lembaga dan institusi untuk meningkatkan publikasi ilmiah. Berbagai lembaga dan institusi pendidikan tinggi menyusun pengembangan strategis untuk meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi global.

Arah kebijakan pemerintah Indonesia berperan efektif dalam menumbuhkan kultur baru publikasi ilmiah di pendidikan tinggi. Berbagai pengaturan disusun. Perguruan tinggi menyiapkan manual, prosedur, dan instruksi kerja. Setiap pimpinan pendidikan tinggi berperan menjadi pemimpin publikasi ilmiah di dunia kampus. Tumbuhlah kultur baru publikasi ilmiah reputasi global dunia kampus di Indonesia.

Asosiasi keilmuan berhimpun menyelenggarakan berbagai konferensi internasional. Ajang konferensi dinilai efektif untuk publikasi hasil-hasil penelitian. Makalah dipresentasikan di agenda konferensi dan diterbitkan dalam bentuk prosiding reputasi global semisal Scopus dan Web of Science (WoS). Konferensi internasional berperan besar dalam meningkatkan publikasi ilmiah akademisi Indonesia secara pesat.

Kelas-kelas menulis artikel bergulir di dunia kampus. Para dosen membentuk peer group (kelompok sejawat) dengan saling memberikan ulasan perbaikan paper. Berbagai informasi terkait tips penulisan paper dihimpun dan disusun menjadi pengetahuan sistematis penulisan artikel serta dipraktekan di kelas-kelas menulis dalam bentuk groups sejawat. Terciptalah produksi pengetahuan melalui penulisan artikel ilmiah. Tercipta pula iklim kondusif akademik publikasi ilmiah.

Dosen berbagai disiplin ilmu melakukan kolaborasi penulisan artikel. Kolaborasi lintas program studi, lintas fakultas, dan lintas pendidikan tinggi. Aktivitas klinik paper berlangsung. Paper dikirim ke konferensi atau ke jurnal reguler. Dengan begitu, terbukalah cakrawala publikasi ilmiah di Indonesia.

Dunia kampus mulai melibatkan mahasiswa dalam publikasi ilmiah. Dosen berperan sebagai pembimbing penulisan paper. Disebut agenda kemitraan dosen dan mahasiswa dalam publikasi ilmiah. Mahasiswa diperankan sebagai presenter di berbagai ajang konferensi. Mahasiswa diberangkatkan menjadi delegasi kampus.

Sivitas akademik beradaptasi dengan tantangan publikasi ilmiah. Memahami tubuh paper, menguasai aplikasi references, melakukan paraphrase, translate dan tata bahasa, dan cek plagiarism. Termasuk korespondensi dalam submit dan revisi paper. Akademisi beradaptasi dengan cepat. Dosen dituntut menguasai untuk dipaparkan ke mahasiswa secara luas.

Semua itu sekilas pengalaman. Sampai 30 Juli 2019 UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki 256 dokumen index Scopus. Kontribusi untuk Indonesia.

 

Wahyudin Darmalaksana

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN SGD Bandung

Rektor UIN Bandung Siapkan Dana Bantuan Menulis Artikel

Menulis artikel menjadi tantangan akademisi global. Gejala ini mula-mula muncul di dunia internasional. Lalu merambah ke seluruh negara menjadi tantangan akademisi penduduk kampung global termasuk di Indonesia.

Pada 2018 publikasi reputasi global Indonesia (32.905) berada pada posisi kedua setelah Malaysia (32.984). Padahal, pada 2017 Indonesia masih terpaut jauh dari Singapore. Ini tidak terlepas dari kebijakan Indonesia meningkatkan publikasi ilmiah.

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, selanjutnya disebut UIN SGD Bandung, berkomitmen meningkatkan publikasi ilmiah. Bantuan penelitian diwajibkan menghasilkan publikasi. Selain itu, UIN SGD Bandung memberikan bantuan konferensi sejak 2017. Kebijakan pimpinan tentang bantuan ini merupakan aspirasi di satu sisi dan kontrak kerja di sisi lain.

UIN SGD Bandung memiliki 2 (dua) kontrak kerja. Pertama perjanjian kinerja dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI (Kemenag RI) dan kedua kontrak kerja dengan Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum (BLU) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dirjen Pembendaharaan) Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu RI). Kedua kontrak tersebut mencakup sasaran meningkatnya publikasi di jurnal ilmiah.

Selain itu, UIN SGD Bandung memiliki indicator kinerja utama (IKU) peningkatan publikasi ilmiah menurut Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2015-2019. Saat ini, publikasi ilmiah UIN SGD Bandung telah mencapai 8,020 dokumen index Google Scholar dan 456 dokumen index Scopus. Data ini diperoleh dari laman Sinta (Science and Technology Index) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI, Selasa, 16/07/2019.

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Pendis Kemenag RI mengarahkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar mengalokasikan dana BLU selain dari Bantuan Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (BOPTN). Tahun 2019 UIN SGD Bandung mengalokasikan Rp. 480.000.000,- khusus untuk bantuan konferensi dan menulis artikel. Bantuan ini dikelola oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SGD Bandung.

Bantuan dana menulis paper diaspirasikan oleh akademisi. Kebijakan memberikan stimulan sebagai langkah awal untuk 30 artikel masing-masing Rp. 4.000.000. Puslitpen LP2M UIN SGD bertanggungjawab menyusun manual, prosedur, dan instruksi kerja. Ada 4 (empat) syarat utama, yaitu pertama pengusul merupakan dosen tidak sedang tugas belajar, kedua melampirkan bahan paper 80% dengan similarity plagiarism minimal 15%, ketiga sasaran publikasi pada jurnal Sinta 2, dan keempat mengikuti agenda peer-review (peninjauan sejawat) di Kelas Menulis Reguler (KMR).

Puslitpen LP2M UIN SGD termasuk bertanggungjawab melaksanakan mekanisme pelaporan penggunaan dana bantuan menulis paper ini. Adapun pemeriksaan dan pengawasan dilakukan oleh Satuan Pemeriksa Intern (SPI) UIN SGD Bandung.

PPK BLU Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu RI. telah menetapkan dasar penghitungan poin publikasi ilmiah pada jurnal Nasional. Publikasi ilmiah pada jurnal index Sinta 1 score 5 poin, pada jurnal index Sinta 2 score 4 poin, dan pada jurnal index Sinta 3 score 2 poin, Puslitpen LP2M UIN SGD telah membuat kalkulasi, yakni pada tahun 2019 ini UIN SGD Bandung harus tembus publikasi ilmiah pada jurnal index Sinta 137 paper dengan sebaran 2 paper index Sinta 1 score 10 poin, 35 paper index Sinta 2 score 140 poin, dan 100 paper index Sinta 3 score 200 poin. Total score menjadi 350 poin.

UIN SGD Bandung sebagai satuan kerja (Satker) Pengelolaan Keuangan (PK) BLU melalui Bagian Perencanaan menyusun target score 350 poin publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi Nasional Tahun Anggaran 2019. Target ini terkait dengan peningkatan performa PK BLU UIN SGD Bandung dalam tantangan publikasi ilmiah sebagaimana dihadapi akademisi global.

 

Sumber Berita

Puslitpen LP2M UIN SGD Bandung

Jl. A.H. Nasution No. 105 Cibiru, Bandung Jawa Barat

Selasa, 16 Juli 2019

Kontak LP2M

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)
Gedung Lecture Hall Lantai I Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Jl. A.H. Nasution No. 105 - Cibiru - Bandung
Telp. 022-7800525
Fax.022-7803936
email: lp2m@uinsgd.ac.id

BCMath lib not installed. RSA encryption unavailable